Wednesday, August 14, 2019

Calvin Wenda Menyesal dan Ucapkan Terima Kasih

Jayapura-Papua. Calvin Wenda selaku kordinator lapangan (korlap) dalam aksi demonstrasi mendukung ULMWP menyampaikan rasa penyesalannya dan ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Jayapura Kota.

Calvin Wenda yang diamankan oleh anggota dari Polres Jayapura Kota saat melakukan orasi di wilayah dok V Yapis Jayapura bersama 23 massa lainnya, menyesal setelah diberi penjelasan oleh Kapolres Jayapura Kota melalui Kasubbag Humas Iptu J. Rumra.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres sudah memberikan pelayanan yang baik kepada kami tanpa ada kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polres, begitu dgn mengijinkan anak kami untuk melihat orang tuanya yang dikabarkan meninggal," terangnya kepada Iptu J. Rumra.

Salah satu warga yang bernama Yosuas yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan kalau dirinya dipaksa ikut melakukan aksi demo, dengan adanya kejadian ini dririnya menyesal dan tidak akan ikut-ikutan lagi.

"Saya menyesal setelah diamankan ke Polres, karena saya mau ke keluarga di Sentani, akhirnya tertunda, semoga saya tidak lama di sini setelah adanya pemeriksaan oleh Polisi," ungkapnya.

Usai pemeriksaan dan dilakukan pendataan di Polres Jayapura Kota, semua massa diantar kembali menggunakan kendaraan polres ke lokasi mereka ditemukan.

Kasubbag Humas juga menyampaikan bahwa warga yg dibawa ke Polres Jayapura Kota untuk dilakukan pendataan, ada 1 anak-anak yang berumur 7 tahun yang terdata, ini perlu diwaspadai jangan sampai ada pemanfaatan oleh mereka.

"Anak yang berumur 7 tahun tersebut digunakan oleh mereka, anak ini dimanfaatkan sehingga perlu ada pelibatan dari Komnas perlindungan anak," tutur Jahja Rumra.

Tuesday, August 13, 2019

Bupati Puncak Minta Polisi Menangkap Pelaku Penembakan Briptu Haedar

Timika-Papua. Bupati Puncak Willem Wandik, minta polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku penembakan yang menewaskan Briptu Haedar, selain meminta untuk menangkap Bupati juga menyesalkan masih ada orang-orang yang memegang senjata di wilayahnya. 

"Saya atas nama pemerintah dan Masyarakat Puncak mengucapkan turut berduka yang mendalam," kata Willem Wandik, di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Selasa (13/8/2019).

Bupati Willem menyatakan para pelaku ini merupakan kelompok KKB yang kerap menggangu pembangunan di daerah pegunungan. Dia berharap polisi segera menangkap mereka, dirinya sangat mengutuk keras aksi penyanderaan yang  dilakukan oleh KKB sebelum membunuh Briptu Haedar. 


"Kami menyesal kepada sodara-sodara kami yang pegang senjata, kami kutuk para pelaku," tegas Willem Wandik.

Apalagi kita sedang melakukan persiapan-persiapan menjelang peringatan 17 Agustus besok, Bupati juga mengatakan wilayah puncak tetap aman pasca kejadian ini.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM. Kamal saat dihubungi terkait perkembangan situasi saat ini, mengatakan situasi di wilayah Kabupaten Puncak aman pasca terjadinya penembakan, saat ini polisi sudah melakukan Olah TKP.

"Saat ini kita sudah melakukan Olah TKP dan akan menunggu hasil pemeriksaan dari tim Identifikasi, nanti akan kita informasikan hasil perkembangan di lapangan," ungkapnya.



Akun FB Edwar Giks: Mengapa Saya Harus Mendukung ULMWP Untuk Papua Merdeka

Mengapa Saya Harus Mendukung ULMWP Untuk Papua Merdeka?

Saya Edward Giks anak PAPUA kelahiran Biak dengan marga Mambrasar, saya akan menanggapi dan memberikan pencerahan kepada saudara-saudara orang asli Papua yang masih mau dibodohi dengan keterbatasan wawasan yang saudara saya miliki, saya tidak mengatakan bahwa saudara-saudara saya adalah orang yg bodoh melainkan orang-orang yg hebat dan kuat bahkan orang sebenarnya mampu menghadapi kenyataan.

Disini mau saya katakan mengapa kita harus mendukung ULMWP yang katanya akan berjuang untuk mencapai kemerdekaan PAPUA demi kesejahteraan orang PAPUA.

Mengapa...Mengapa...Mengapa dan Mengapa?

Pernahkah kita berpikir apa itu ULMWP, pernahkah kita berpikir Siapa Pemimpinnya?
Buka sejarah kembali kalau kita mau tau pemimpin ULMWP.

Pemimpin ULMWP adalah saudara Benny  Wenda, jejak digital mencatat Benny Wenda adalah pelaku kejahatan, berbagai kasus yang pernah dilakukan diantaranya adalah kasus perzinahan, membawa lari istri orang, dan yang terakhir adalah kasus makar (melawan pemerintah) yang lari ke inggris untuk mendapatkan suaka melalui PNG.

Tercatat juga kasus penipuan yg juga pernah dilakukan oleh Benny Wenda cs. di Inggris yaitu penipuan terhadap publik (Orang Papua di Papua) dengan meyakinkan kepada orang papua bahwa dirinya memperjuangkan orang papua di luar negeri.

Pengakuan dari saudara saya Luky Mambrasar yg menyelesaikan studinya di Inggris bahwa tindakan ada usaha dan upaya yg dilakukan oleh Benny Wenda cs. Kantor, ruang kerja, kegiatan yang di posting di akun facebooknya hanyalah sebuah dokumentasi dgn memanfaatkan kegiatan-kegiatan tersebut seolah-olah merupakan bentuk upaya perjuangan Papua Merdeka.

Nyatanya, itu semuanya tidak ada, benny wenda menyewa ruangan apartemen sehari untuk didokumentasikan seolah-olah itu adalah kantor ULMWP  di london.

link facebook edwar: Mengapa Saya Harus Mendukung ULMWP

Perlu diketahui juga bahwa pwrempuan yg diakui Benny Wenda sebagai istrinya yg sekarang merupakan (maaf) istri dari seorang saudaranya yang dibawa lari ke luar negeri setelah membayar dengan keluarga,  yang sangat disayangkan adalah istri asli (pertama) Benny Wenda yg saat ini tinggal di Kota Wamena diabaikannya.

Inilah sebagian catatan kejahatan Benny Wenda.

Hari ini Benny Wenda mencoba mempengaruhi orang papua melalui akun facebooknya mengajak orang papua untuk menolak perayaan hari kemerdekaan indonesia.

Ini sangat keliru!

Benny Wenda lupa atau pura-pura lupa sudah berapa lama dia meninggalkan PAPUA?
Dia salah!

Benny Wenda tidak tau kalau orang papua itu sudah cerdas, bukan bodoh seperti yg selalu dia anggap bahwa kami orang papua selalu bodoh dan tertinggal di mata Benny Wenda.

Benny...lihat! Papua yang ko tinggalkan dulu tidak ada apa-apanya dibandingkan dgn kondisi PAPUA  sekarang. PAPUA maju, sejahtera dan bisa mandiri saat ini. Keramaian menghiasi kota-kota jayapura saat ini.

Apalagi menjelang 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Indonesia, sangat ramai dilaksanakan, di wamena, timika, merauke, biak, pegunungan bintang, lanny jaya  juga termasuk kabupaten yg meramaikan kota jayapura.

Jadi, sangat salah dan bodoh kalau Benny Wenda bisa mengajak orang PAPUA  untuk tidak merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Orang Papua sudah lama merayakan hari kemerdekaan indonesia, semenjak kami lahir sudah merasakan kemerdekaan, dan kemerdekaan yang kami rasakan selama ini sudah membuat kami bahagia.

17 Agustus merupakan sebuah perayaan yg berarti bagi saya, kami akan selalu berpartisipasi dalam menyambut hari kemerdekaan kami bangsa indonesia, jangan menguras pikiran dan tenaga untuk mempengaruhi kami orang papua karena pada akhirnya semua itu akan sia-sia.

Dan, jangan ko tipu lagi orang papua dengan opini dan janji-janji bohong yg tidak mungkin terjadi, ko hitung saja sudah berapa lama upaya yg dilakukan oleh beberapa orang di luar negeri sebelum ko, dan apa yg terjadi...mereka semua kembali kepada NKRI.

Mungkin juga suatu saat ko juga akan sadar dan akan kembali ke tanah ibu pertiwi NKRI, saya yakin itu karena tanah Sorong sampai Samarai masih mau menerima ko sebelum mati. Tapi ingat kembalikan istri orang yg ko ambil dan minta maaflah di pusara suaminya.

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke 74💪🇮🇩 Merdeka

Papua, Indonesia
Edward Giks Mambrasar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More