Monday, July 15, 2019

Kehadiran Aparat Keamanan Pada Ibadah Minggu Pagi di Gereja Kingmi Jemaat Anugerah Jayapura Sudah Biasa

Jayapura - Sebuah pemandangan yang sudah biasa terlihat di kota Jayapura, bahkan di beberapa kabupaten lainnya, semenjak 2 tahun ini polisi-polisi dalam hal ini Polda Papua memberikan pelayanan berupa pengamanan dan menjaga ketenangan warga yang menjalankan ibadah.
Pagi tadi polisi dari polres Jayapura terlihat di Gereja Kingmi Jemaat Anugerah Dok. V, yang mengatur ketertiban sehingga warga yg beribadah dapat berjalan dengan tenang.

Namun kondisi ini manfaatkan oleh oknum-oknumnyang tidak bertanggung jawab, padahal mereka seharusnya bangga dan bersyukur adabyang memberikan pelayanan kepada jemaat, salah satunya adalah postingan di media sosial Facebook yang pertama kali diposting oleh akun bernama Bazoka Logo, Minggu pagi (14/07), saya dikirimi postingan ini oleh salah satu warga, dan saya sangat menyayangkan masih ada oknum-oknum yang masih suka membuat fitnah, seharusnya mereka setelah ibadah melakukan hal yang baik, ini malah membuat dosa, dan di hari Minggu.

Dalam postingannya Bazoka Logo mengatakan puluhan aparat keamanan dari Polda Papua dan Polresta Jayapura datang dan melakukan pemeriksaan pada jemaat yang hendak melaksanakan peribadatan pagi itu sehingga mengakibatkan sebagian jemaat akhirnya pulang dan batal beribadah.

baca juga:Oknum Yang Terlibat Gerakan Melawan Pemerintah Agar Dibersihkan

Memang benar adanya kehadiran aparat keamanan dari Polri namun bukan melakukan pemeriksaan terhadap jemaat, melainkan memberikan pelayanan dan hal ini sama sekali tidak mengganggu jalannya ibadah.

"Tidak benar kalau ada warga jemaat yang merasa terintimidasi dan akhirnya batal melaksanakan ibadah pagi, kehadiran aparat keamanan untuk menjaga keamanan, jadi bagi kami itu hal biasa, sama halnya seperti ketika ibadah Natal dan Tahun baru, aparat keamanan selalu ada di gereja juga.

Sangat disayangkan adanya pihak - pihak yang mencoba memanfaatkan situasi tersebut untuk memperkeruh situasi keamanan di tanah Papua, dan ia berharap agar aparat kepolisian bisa menindak tegas oknum - oknum yang ingin mempwrkeruh situasi di Papua, seperti Bazoka Logo yang mencoba membawa urusan politik kedalam lingkungan gereja.

Kepada pihak kepolisian, kiranya hal ini bisa ditindak lanjuti dalam proses hukum, karena hal ini telah melecehkan kepolisian dan merugikan gereja dan jemaat Gereja Kingmi Anugerah Dok. V.

Jayapura, 14 February 2019

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More