Monday, July 22, 2019

Masyarakat Adat Menuntut Denda Atas Tewasnya Putra Terbaik Yahukimo Prada Usman Helembo


Jenazah Prada Usman Helembo, korban penembakan dari kelompok seperatis bersenjata (KSB) di Kabupaten Nduga, telah di evakuasi ke Kabupaten Mimika, pada Minggu (21/7/2019). Diketahui korban yang merupakan pasukan Satgas Yonif 755/Yallet, ditembak kelompok KSB dilokasi pembangunan jembatan Yuguru-Kenyam, Distrik Yugur, Sabtu (20/72019). Nyawa Prada Usman Helembo tak tertolong akibat luka tembak di bagian pinggangnya. Kemudian jenazah disemayamkan di Kampung Yuguru, lantaran saat hendak dievakuasi, cuaca buruk.

Usman Helembo,anak putra terbaik asal Kabupaten Yahukimo yang adalah anggota TNI angkatan darat gugur di Nduga hari sabtu tanggal 20 juli 2019 dalam menjalankan tugas Negara. Kematian Usman helambo menaruh kisah sedih bagi papua, Yahukimo, dan bagi Negara kesatuan Republik Indonesia.

Begitu juga dengan sanak saudaranya, masyarakat, serta adat kabupaten Yahukimo, salah satu keluarga dari Helembo yang ditemui di Wamena mengatakan pihak keluarga tidak terima atas perlakuan yang dilakukan oleh Egianus Kogoya dan kelompoknya, ungkap Yusak saat menghadiri pemakaman almarhum Usman.

“Seluruh keluarga dan kerabat korban, menyesalkan penembakan yang merenggut nyawa Usman. Kami minta TNI harus melakukan tindakan tegas terhadap kelompok TPN-OPM yang telah membunuhnya, sesuai hukum adat kami, ganti rugi per kepala yang menjadi korban pembunuhan harus dilakukan”,pintanya.


Dirinya juga mengaskan, kalau pihak TNI tidak bisa mengambil tindakan tegas, maka masyarakat adat akan selesaikan dengan hukum adat, itu artinya masyarakat Yahukimo menuntut denda, tuturnya mengakhiri.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More