Tuesday, August 6, 2019

Keberadaan TNI Polri di Nduga Tetap Dipertahankan Karena KKB

Jakarta. Polri menegaskan tidak akan menarik personelnya dari wilayah Nduga, Papua. Polri menyebut keluhan Bupati Nduga Yairus Gwijangge tidak berdasar. 
 
“Soal permintaan Bupati Nduga, keberadaan TNI-Polri tidak akan dikurangi. Justru keberadaan TNI-Polri tetap dipertahankan dalam rangka untuk menjamin keamanan di Nduga,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/8/2019).

Yairus sebelumnya mengatakan saat ini masyarakat merasa hidup tidak tenang karena ada operasi militer di Nduga pascapembantaian terhadap para pekerja pembangunan di Distrik Yigi, Nduga, pada Desember 2018. Hal itu disampaikan Yairus kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo saat berkunjung ke gedung parlemen, Senin (5/8).

Soal pernyataan itu, Dedi menuturkan seharusnya Yairus mendukung keberadaan TNI-Polri di wilayahnya dan bersinergi dalam rangka memberikan perlindungan dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Tidak benar, pernyataan Bupati tersebut tidak berdasar. Seharusnya Bupati dukung keberadaan TNI-Polri di sana, harus bersinergi untuk memberikan perlindungan, pelayanan kepada masyarakat,” kata Dedi.


Dedi menyampaikan pihak yang membuat keresahan di Nduga justru kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dedi menyebut KKB membunuh dan memperkosa warga serta menembaki aparat.

“Justru di sana itu yang membuat tidak tenang KKB. Adanya tindak pembunuhan, melakukan pemerkosaan, menembaki anggota TNI-Polri,” ucap Dedi.

Selain untuk menjaga masyarakat, Dedi menambahkan, penempatan pasukan di Nduga untuk menjamin proses pembangunan jalan Trans Papua berjalan baik. “Keberadaan TNI-Polri untuk menjamin proses pembangunan Trans Papua,” imbuh dia.

Dedi menerangkan situasi di Nduga saat ini kondusif. Kegiatan belajar-mengajar untuk para murid terus berlangsung dan roda ekonomi berputar.

“Sementara kehidupan sosial di sana cukup kondusif, sekolah ada, pasar tetap ada, kebutuhan dasar masih tetap bisa terpenuhi. Kami pun, melalui Binmas Noken Satgas Nemangkawi, mengajar anak-anak di sana dengan Program Polisi Pi Ajar. Kami juga mendorong perekonomian dengan membangun peternakan, membantu pertanian,” kata Dedi.

sumber: divhumas polri

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More