Monday, December 31, 2018

Indonesia Gunakan Bom Kimia, Sangat Tidak Mendasar

Pemerintah sangat menyayangkan pemberitaan media yang tidak bertanggung jawab seperti yang ditunjukkan oleh media online yang berbasis lokal di Papua, yang menuduh Indonesia menggunakan senjata kimia dalam penegakan hukum di Nduga, Papua.

Tuduhan yang disoroti oleh media tersebut benar-benar tidak berdasar, tidak faktual, dan menyesatkan. Indonesia tidak memiliki senjata kimia.

Sebagai anggota OPCW yang patuh, Indonesia tidak memiliki agen kimia apa pun sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 Konvensi Senjata Kimia.

Oleh karena itu, Indonesia juga mengimpor, menggunakan, dan menyimpan bahan kimia Daftar 2 dan 3 untuk tujuan yang sangat damai dalam mendukung industri nasional, yang dikonfirmasi oleh tidak kurang dari 19 inspeksi OPCW sejak 2004.
Keterlibatan TNI dalam penegakan hukum di Ndug, terutama penggunaan helikopter, semata-mata sebagai bantuan kepada aparat penegak hukum untuk mendroping pasukan dalam melakukan evakuasi.

Laporan yang menyesatkan ini sangat tidak memberikan edukasi kepada publik, yaitu pembunuhan terhadap 21 warga sipil tak bersalah pada 2 Desember 2018 oleh kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua.

Warga sipil ini adalah pekerja konstruksi yang ditugaskan untuk membangun ruas-ruas jalan raya Trans-Papua, sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesejahteraan orang Papua sebagai warga negara Indonesia.

Pemerintah akan mengambil tindakan terhadap media tersebut, beberapa media yang sering memberitakan propaganda terhadap pemerintah yaitu tablidjubi.com, suarapapua.com, majalahwekonews.com dan tabloid-wani.com

Johan Efrain Rumbino
Jakarta, 31 Desember 2018

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More