Monday, December 10, 2018

Perseru Tetap di Liga 1, Persipura Keluhkan Kinerja Wasit

JAYAPURA-Persipura Jayapura harus mengakui keunggulan Perseru Serui 0-2 dalam derby Papua di Stadion Mandala Jayapura, Minggu (9/12) malam kemarin. Dengan kemenangan ini, Perseru Serui tetap akan berlaga di Liga 1 tahun 2019.
Perseru yang yang butuh kemenangan untuk bisa mengamankan satu tempat pada musim depan menampilkan permainan ngotot sejak menit awal. Alhasil, pertandingan baru berjalan 11 menit, bek Perseru, Habel Boaz Isir berhasil membawa timnya unggul 0-1 setelah menerima umpan melalui tendangan penjuru.
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah juga tidak tinggal diam. Beberapa peluang tercipta melalui kaki kapten Boaz Solossa, Friska Womsiwor dan Hilton Moreira, namun belum bisa membuahkan gol.
Perseru yang juga beberapa kali mendapatkan peluang, namun striker Perseru, Silvio Escobar dan Alberto Antonio de paula (Beto) belum mampu menambah keunggulan dan hingga turun minum skor tetap 0-1 untuk Perseru Serui.
Usai dari ruang ganti, Persipura lebih agresif dalam membangun serangan. Terlihat, Persipura lebih dominan pada babak kedua. Namun beberapa peluang yang diciptakan pemain Persipura belum juga bisa menyamakan kedudukan.
Memasuki awal babak kedua, kedua tim sama-sama belum mendapatkan peluang berarti. Meski keduanya sama-sama ngotot untuk mencari gol.
Menit 57 dan 63, coach Alan Haviludin memasukkan Gunansar Mandowen dan Todd Rivaldo Ferre dan menarik Friska Womsiwor dan Imanuel Wanggai.
Alih-alih menyamakan kedudukan, justru Persipura kembali kecolongan pada menit 65. Perseru berhasil menggandakan keunggulan melalui lesakkan cantik Silvio Escobar yang melewati penjaga gawang Persipura, Panggih Prio. Skor berubah menjadi 0-2.
Persipura kembali melakukan penyegaran di lini serang dengan memasukan legiun asingnya Addison Alves menggantikan Hilton Moreira pada menit ke-76. Sementara di kubu Perseru, MS Saimima digantikan Delvin Rumbino.
Pertengahan babak kedua, permainan mulai memanas. Dimana beberapa keputusan wasit yang sering memancing emosi anak-anak Mutiara Hitam julukan Persipura. Boaz Solossa dan kawan-kawan terlihat kecewa dengan beberapa keputusan wasit yang dianggap berat sebelah.
Dimenit-menit akhir, Persipura terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun gol yang dinanti-nanti tidak kunjung tiba, dan harus mengakui keunggulan Perseru Serui.
Tambahan 3 angka membuat Perseru menempati peringkat 14 dengan raihan poin 42 dan Tim berjuluk Cenderawasih Jingga ini ini tetap bertahan di Liga 1 musim 2019. Sementara, PSMS Medan, Sriwijaya FC dan Mitra Kukar harus terdegradasi ke Liga 2.
PSMS Medan kalah 5-1 dari PSM Makassar, Sriwijaya kalah 2-1 dari Arema FC, Mitra Kukar kalah dari sang juara Persija Jakarta dengan skor 2-1. Sementara PS Tira juga berhasil keluar dari zona degradasi, setelah sukses mengalahkan Borneo FC dengan skor 3-1.
Sementara untuk Persipura, kehilangan 3 angka membuat mereka tertahan pada peringkat 12 dengan poin 44.
Pelatih Perseru Serui, Wanderley Junior tak bisa menutupi kegembiraannya saat timnya berhasil keluar dari jurang degradasi dengan mengalahkan Persipura Jayapura pada laga pamungkas.
Wanderley mengungkapkan, timnya bermain sangat bagus dan bisa konsisten hingga mampu mengalahkan saudara tuanya, Persipura Jayapura.
“Kita mengucap syukur kepada Tuhan dan kita sekarang senang, meskipun capek meladeni Persipura. Kita tahu pertandingan tadi tidak mudah karena Persipura tim yang bagus, tetapi kita tetap bermain konsisten dan kita terus berusaha untuk menang, tidak ada fokus lain,” ungkap Wanderley dalam konferensi persnya.
Kapten Perseru, Arthur Bonai juga merasa bahagia timnya berlaga di kompetisi sepak bola tertinggi tanah air musim depan. Namun ia mengakui jika timnya sangat kesulitan meladeni permainan dari tuan rumah.
“Malam hari ini kita sangat bersyukur karena bisa mendapatkan hasil yang baik, Persipura lawan yang sulit tapi kita terpacu dan berjuang agar bagaimana kita bisa keluar dari zona degradasi dan kita terima kasih buat semua yang sudah mendukung kami,” ujarnya.
Sementara itu, Persipura Jayapura yang mengakui kemenangan Perseru dan juga mengucapkan selamat atas lolosnya sang adik dari zona degradasi. Namun pelatih kiper Persipura, Alan Haviludin yang dipercayakan menggantikan posisi Oswaldo Lessa sementara waktu juga mengaku kesal dengan kinerja wasit dalam derby Papua ini..
“Kita mengakui kemenangan Perseru dan kita ucapkan selamat. Tapi yang menjadi ganjalan buat kami adalah bagaimana kinerja wasit di pertandingan,” keluhnya.
Dirinya bahkan dengan terang-terangan mengkritisi tim pemantau dari PSSI yang turut hadir di laga tersebut. Menurutnya, wasit yang memimpin laga dengan buruk dan pantas dievaluasi.
“Apakah evaluasi yang dilakukan tim yang datang ke sini untuk tim yang berlaga saja atau wasit juga. Karena secara psikologis wasit sudah meneror para pemain saya. Apakah wasit juga akan ditindak oleh tim evaluasi ini. Saya harus tegas, bukan hanya untuk timnya, tapi juga wasit,” tegasnya.
Kinerja buruk wasit di laga tadi yang membuat beberapa keputusan yang dianggap timpang, akhirnya membuat konsentrasi dan strategi permainan timnya menjadi kacau.
“Kita tetap apresiasi para pemain kita. Tapi semua dirusak oleh wasit. Kita tidak bisa fokus strategi dan tidak bisa kita buat apa-apa karena wasit membuat kita terganggu,” ujarnya.(eri/nat)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More