Sunday, January 6, 2019

Kapolda Papua Prihatin dengan Ketinggalan Generasi Papua


Jayapura – Keprihatinan Kapolda Papua terhadap anak-anak muda yang masih terjeremus dengan hal-hal negative, terungkap pada saat Kapolda Papua bersama ibu melaksanakan Ibadah di gereja GPI di tanah Papua klasis Jayapura jemaat Anugrah Jalan Raya Abepura Bucen VII Entrop. Pelaksanaan ibadah di pimpin oleh Pdt. Yosef Jony Hehanussa S.Pi, S.Si dan di hadiri oleh para majelis serta jemaat gereja GPI Anugrah bucen VII Entrop, Minggu 6/12/2019.  

Pdt. Jhon Leleuli selaku ketua Klasis GPI Papua dalam sambutan awalnya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolda Papua dalam menyempatkan waktu untuk beribadah di gereja GPI di Tanah Papua Klasis Jayapura. Pdt Jhon Leleili dalam ibadahnya mendoakan Kapolda Papua dapat melaksanakan tugasnya dengan lancar terutama dalam menghadapi agenda Nasional Pileg dan Pilpres 2019.

“Kami para jemaat turut serta mendoakan dan membantu dalam kelancaran tugas Kepolisian khususnya agenda nasional yaitu Pileg dan Pilpres 2019,”tutur Pdt. Jhon.

Pada kesempatan itu Kapolda Papua menyampaikan bahwa kurang lebih 6 bulan bertugas di Tanah Papua ini banyak hal yang dilihat, dirasakan dan dialami selama ini. Kapolda mengatakan masih banyak anak-anak yang sering menunjukan hal yang negatif seperti mabuk-mabukan.

“saya masih sering melihat anak-anak kita yang masih sering mabuk-mabukan di sudut toko dan di pinggir kota, hal ini perlu kita dorong untuk tidak melakukan hal-hal yang negative,” kata Kapolda saat meberikan sambutan usai melaksanakan ibadah.

Kapolda pun menuturkan selama bertugas di Papua berbagai macam persoalan sosial dan kemanusiaan yang sudah ia hadapi dalam tugas pelayanan sebagai Kapolda Papua, sehingga ia berharap umat kristiani juga harus menunjukkan kepeduliannya untuk mendorong dan memberikan semangat agar anak – anak asli Papua bisa lepas dari hal – hal negative, dan pengaruh buruk dan bisa bangkit mengejar ketertinggalan mereka.

Ia berharap umat gereja harus ikut memberikan pemahaman dan pengetahuan yang baik agar perlaku negative yang merugikan sendiri bisa makin dikurangi, mulai dari mabuk – mabukan, berkelahi, KDRT, juga termasuk pemalangan, apalagi bila yang dipalang adalah sekolah, karena sekolah adalah tempat memberikan pelajaran dan pendidikan bagi generasi Papua.

Banyak hal yang terjadi di Papua ini, selaku Kapolda Papua dirinya akan tetap memberikan hal yang terbaik untuk tanah papua ini. Berbagai kasus terjadi seperti contohnya kasus di Kabupaten Nduga telah memberikan arti kemanusiaan.

Irjen Pol Martuani Sormin mengharapkan kepada bapak pendeta agar tekankan ke jemaat dan anak-anak harus mengejar ketertinggalan dengan bersekolah dengan baik, berikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pemalangan terhadap sekolah-sekolah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More