Wednesday, January 9, 2019

Edward Giks Ingatkan Leri Gwijangge, 21 Korban Dibantai TPN-OPM

Leri Gwijangge yang merupakan anggota Dprd Kabupaten Nduga mencoba memprovokasi publik melalui berita yang diterbitkan oleh media online.

Leri mengaku telah mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah mereka di mapenduma,  namun upayanya gagal, katanya dia menyaksikan sendiri bagaimana warga mapenduma  harus bertahan di tengah hutan.

Benarkah Leri Gwijangge yang merupakan anggota dewan itu sudah berupaya semaksimal mungkin dan betulkah warga tidak mau kembali ke rumah mereka?

Pertanyaan saya, sedemikian takutnya kah mereka sehingga masih bertahan di hutan?
Benarkah Leri Gwijangge menemui mereka di dalam hutan? Mengapa Leri tidak ditemani anggota TNI untuk menemui mereka? Padahal setahu saya melalui berita yang sebarkan baik media online maupun media sosial anggota TNI dan Polri ada di mapenduma!

Saya tidak yakin apa yang disampaikan Leri itu benar, bagi saya itu hanya cerita mop saja. Mengapa?
1. Anggota TNI dan Polri telah berjaga untuk mengamankan warga dan siap membantu evakuasi warga yang berada di hutan.
2. Anggota TNI dan Polri tidak menyakiti rakyat Nduga, keberadaan TNI dan Polri di Nduga untuk menangkap kelompoknya Egianus Kogoya.
3. Warga di mapenduma telah merayakan natal bersama TNI dan Polri, ini membuktikan kalau TNI dan Polri melindungi rakyatnya.

Jadi sangat tidak masuk akal dengan situasi damai yang ada di mapenduma saat ini, lalu warga yang masih berada di hutan enggan kembali ke rumah.

Pendapat saya, pertama Leri tidak mengungkapkan kalau situasi di mapenduma saat ini sudah kondusif, kedua Leri tidak menjelaskan kepada warga keberadaan TNI dan Polri di mapenduma adalah menangkap kelompok TPN-OPM pimpinan Egianus Kogoya, ketiga bukti Leri menemui warga di hutan tidak ada, yang terlihat dalam foto Leri berada di rumah warga di kampung.

Jadi Leri Gwijangge sebagai anggota Dprd jangan membuat gaduh di media, situasi yang saat ini sudah kondusif, masyarakat di mapenduma sudah merayakan natal bersama, jangan jadi provokator baru.

Sebagai publik figur jangan sebarkan atau berkata bohong untuk melindungi kelompok-kelompok tertentu dan jangan menjadikan alasan untuk meminta TNI dan Polri ditarik dari mapenduma.

Ingat 21 korban yang dibantai  TPN-OPM pimpinan Egianus Kogoya? Mereka meninggalkan kluarga yang sampai saat ini mereka masih mengharapkan pelakunya ditangkap, tidak mudah bagi mereka melupakan peristiwa sadis itu.

Dan perlu diingat! Bahwa TNI dan Polri punya kewajiban untuk menangkap mereka, bila tidak tertangkap maka itu menjadi utang kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Kalau Leri  Gwijangge tau keberadaan warga di hutan, bawa anggota TNI dan Polri  bersama untuk meyakinkan mereka bahwa TNI dan Polri tidak menyakiti rakyat.

Sekali lagi saya katakan, sebagai figur publik jangan buat persoalan baru dengan memberikan keterangan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Sargent Edward Giks
Jayapura, 08 Januari 2019

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More