Thursday, January 17, 2019

Pelaku Makar Harus Ditindak Tegas, Karena Melawan Kedaulatan Negara

Jakarta. Kepolisian Daerah (Polda) Papua, telah menahan dan memproses secara hukum atas makar yang dilakukan tiga aktivis politik papua merdeka. Tindakan penahanan yang dilakukan oleh Polda Papua terhadap ketiga aktivis politik papua merdeka/KNPB karena apa yang dilakukan oleh mereka adalah kejahatan melawan kedaulatan negara.

Menanggapi adanya pernyataan dari beberapa kelompok yang mengatakan kalau Polda Papua sewenang-wenang menetapkan pasal terhadap 3 aktivis KNPB Timika. Ketua Umum Gerakan Nasional  Cinta (Gercin) NKRI Hendrik Yance Udam dalam siaran persnya mengatakan pelaku makar harus ditindak karena mengganggu kedaulatan Negara, Kamis 17/01/2019.

Hendrik Yance Udam yang biasa dipanggil Bung HYU mengatakan Didalam hukum tidak ada aturan yang membedakan mengekspresikan papua merdeka secara damai atau mekespresikan papua merdeka secara kekerasan. Ini tidak dapat dipilah, karena sama-sama merupakan tindakan mengganggu kedaulatan negara.

Lebih lanjut kata HYU, Sesuai undang-undang republik indonesia nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, salah satu poinnya  adalah warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan bertanggung untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan negara, kegiatan yang dilakukan oleh KNPB adalah tindakan melawan kedaulatan negara.

“Berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh 3 aktivis papua merdeka yaitu dari kelompok Komite Nasional Papua Merdeka (KNPB), mereka melakukan tindakan menyuarakan pemisahan negara dari NKRI merupakan tindakan makar serta bermufakat atau berkelompok melakukan kejahatan melawan negara yang sah,”ungkapnya.

Sehingga apa yang dilakukan oleh KNPB merupakan tindakan yang tidak menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan negara, ini dapat dikenakan dengan pasal 110  KUHP  yaitu pemufakatan akan melakukan salah satu kejahatan, tuturnya.

Sementara itu, Polda Papua telah menetapkan Ketiga aktivis KNPB  yaitu Yanto Awerkion, Sem Asso, dan Edo Dogopia dapat dikenakan hukuman seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun sesuai dengan pasal 106 KUHP, yang berbunyi "makar yang dilakukan dengan niat hendak menaklukan daerah negara sama sekali atau sebahagiaannya kebawah pemerintahan asing atau dengan maksud memisahkan dengan sebahagian dari daerah itu, dihukum penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun.

Jadi jangan ada lagi orang-orang yang gagal paham dengan aturan hukum yang berlaku, sehingga memutar balikan fakta yang salah seolah-olah menjadi pembenaran, apa yang dilakukan oleh 3 aktivis KNPB merupakan tindakan makar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More