Sunday, March 10, 2019

Buntut Penembakan, Ratusan TNI dan Polri Bagai Menerima Undangan Egianus Kogoya


Sekitar 600an TNI dan 100an anggota Polri yang diterjunkan ke Kabupaten Nduga untuk melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata atau KKB, ibaratnya sebuah undangan resmi yang ditujukan kepada TNI dan Polri  oleh Egianus Kogoya selaku pimpinan perang di Nduga. 

Beberapa kali penembakan yang dilakukan oleh TPN-OPM di Kabupaten Nduga  seperti penembakan pesawat sebanyak 2 kali, pembantaian pemilik warung di distrik Kenyam,  pemerkosaan guru-guru, dan yang terakhir pembantaian 21 karyawan Istaka Karya, ini merupakan sebuah signal atau undangan resmi perang yang harus diterima aparat TNI/Polri.

Pengamat politik Johan Efrain Rumbino mengatakan penembakan pesawat, pembunuhan pekerja dan pemerkosaan guru di distrik Mbua, Yal, Yigi, Mapenduma, Nikuri dan Mbulmu merupakan undangan perang kepada TNI dan Polri.

"Hakikatnya ini sebuah tantangan perang terbuka, TNI dan Polri harus mengambil sikap dan tindakan, mereka telah menunjukan tantangan perang, jangan takut dengan HAM karena sesungguhnya yang telah melanggar HAM adalah mereka yang telah membunuh pekerja dan memperkosa para guru," terangnya  saat ditemui di Jayapura, Minggu (10/03/2019).

Dengan pengiriman pasukan TNI/Polri ke Kabupaten Nduga merupakan langkah yang tepat, selain melakukan penegakan hukum, pemerintah harus mengeluarkan perintah untuk dilakukannya operasi militer secara terbuka, karena menurutnya tindakan yang dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya sudah tidak manusiawi  lagi.

Selain pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh TPN-OPM berdampak juga kepada masyarakat yang berada di sekitar kabupaten Nduga yaitu adanya warga yang mengungsi keluar Nduga untuk mencari perlindungan dari ancaman Egianus Kogoya.

"Dengan menerjunkan pasukan TNI dan Polri ke Nduga merupakan langkah yang tepat walau sampai saat ini masih sifatnya penegakan hukum, dengan harapan Presiden dapat mengeluarkan perintah operasi dalam membasmi TPN-OPM yang ada di wilayah Papua,"tuturnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More