Friday, July 5, 2019

Bantai Pekerja Sosial, ULMWP Tuding TPN-OPM dan KNPB Akar Permasalahan Papua

Port Moresby- Pimpinan tertinggi oposisi ULMWP, Tuan Benny Wenda melalui juru bicaranya, Tuan Yakop Rumbiak dikutip dari ABC news mengatakan, keputusan ULMWP pada Kongres Luar Biasa di Vanimo Mei 2019 lalu, adalah Sah dan tidak dapat diganggu gugat oleh kelompok pemberontak lainya Seperti KNPB dan TPN-OPM, (Sabtu/06/07/2019).

"Kami bekerja untuk Rakyat Papua sehingga semua keputusan kami harus ditaati. kami bukan KNPB dan TPN-OPM yang selalu membuat  pelanggaran Ham di tanah west Papua yang kini mempersulit kami ULMWP untuk membicarakan hak penentuan nasib sendiri di gedung putih PBB", kata Benny Wenda melalui Jubirnya, Yakop Rumbiak.

"Sebby Sambom jangan jadi pengecut, buka mata TPN-OPM dan KNPBlah yang mejadi akar persoalan selama ini, sehingga ULMWP mengambil kebijakan" Tutur Yakop Rumbiak.

Lanjutnya, Keputusan ULMWP untuk membubarkan Organisasi Pemberontak seperti KNPB dan TPN-OPM sudah bulat dan telah disetujui oleh Benny Wenda sebagai Tuan Tertinggi ULMWP.

Menanggapi Komentar Juru Bicara TPN-OPM Sebby Sambom yang mengatakan KLB 1 di Vanuatu yang diadakan ULMWP secara diam-diam dan menolak adanya keputusan tersebut,  Yakop mengatakan, sebelumnya telah menyampaikan KLB 1 tersebut kepada KNPB dan TPN-OPM melalui Juru Bicaranya Sebby Sambom namun, tidak ditanggapi sehingga KLB tersebut berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan berdasarkan persetujuan melalui surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Tuan Besar ULMWP, Benny Wenda.

"Karena tidak ada tanggapan dari TPN-OPM berarti mereka menyetujui, dan hal ini sudah diputuskan, setelah diputuskan sekarang berkoar-koar di media,"ungkapnya.

Lebih lanjut katanya, sudah sekian lamanya KNPB dan TPN-OPM berjuang dan tidak membuahkan hasil dan yang ada hanyalah melanggar hak konstitusi perjuangan dengan menambah jumlah pelanggan HAM yang telah terdaftar di badan HAM internasional dan ini menjadi penghambat perjuangan selama ini.

"Salah satu bentuk pelanggan HAM yang dilakukan oleh TPN-OPM dan KNPB adalah membunuh aparat keamanan negara Indonesia tanpa alasan yang jelas, warga sipil tak berdosa menjadi korban. tak hanya itu, TPN-OPM dan KNPB telah dikenal dunia sebagai penyebar berita palsu kedua setelah ISIS dengan berbagai gaya editan dan foto asli yang tidak jelas sumber dan faktanya. faktanya lain dan dipublikasikan dengan cerita yang berbeda-beda jelas memalukan kami, semua ini dibawah komando Sebby sambon di Vanimo", tutur Yakop Rumbiak.

sumber: ABCNews

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More