Saturday, July 13, 2019

Oknum Yang Terlibat Gerakan Melawan Pemerintah Agar Dibersihkan

PAPUA. Legislator Papua, Boy Markus Dawir meminta Gubernur Papua untuk menata ulang pemimpin maupun pejabat organisasi atau lembaga yang mendapat suntikan dana hibah dari Provinsi Papua, lantaran dirinya menilai ada indikasi penggunaan uang negara tersebut dalam menghancurkan kedaulatan negara.
 
Boy Dawir menanggapi komentar dari ketua KNPI papua, Albert G. Wanimbo yang menilai isu referendum akan muncul dan bakal menjadi tema besar setelah Otsus berakhir dan Otsus tidak ada manfaatnya lagi.

“Ada pernyataan ketua KNPI Papua, kita kan melihat latar belakang mereka ini juga, mereka ini siapa? saya pikir kalau seorang ketua KNPI sudah gunakan bahasa seperti itu, berarti sudah punya niat setelah otsus berakhir akan terlibat sebagai kelompok yang merongrong negara,” kata Boy, Jumat (12/7/2019).

Politisi Demokrat ini sangat menyayangkan pernyataan tersebut, apalagi yang menyampaikan adalah seorang Ketua KNPI yang merupakan pengurus Pemuda Indonesia, Pemuda NKRI.

“Ya kecuali anda itu memang aktifis yang selalu kontra dengan pemerintah kan bagus, jangan memanfatkan jabatan ketua KNPI, ini sama dengan  menanam satu benih yang nanti setelah Otsus berakhir semua sudah punya satu pemahaman untuk tolak agar tidak ada Otsus lagi dan minta referendum, dan itu yang sangat kita sesali,” katanya.


Secara tegas Boy Dawir mengatakan, sebagai seorang pemimpin atau bisa dikatakan pejabat, jangan hanya mau menggunakan dana Otsus atau uang negara, namun disisi lain membuat pemberitaan Papua Merdeka dan segala macam, apalagi tersiar kabar kalau Ketua KNPI akan menggerakan massa KNPI kabupaten atas tidak masuknya Natalius Pigai sebagai salah satu capim KPK, banyak sekali catatan-catatan khusus Albert Wanimbo.

“saya pikir oknum-oknum ini harus mendapat perhatian khusus dari Badan Intelegen Negara, mereka-merekaini sudah terindikasi sebagai pendukung pergerakan yang melawan pemerintahan," tegasnya.

Selain KNPI, Boy Dawir juga mengkiritisi sejumlah unit-unit yang menurut penilaiannya belum memberikan hasil kerja yang baik. Kata Boy, organisasi yang mendapat hibah dari pemerintah, tolong tunjukkan kinerja dan hasilmu.

“Apa yang kalian kerjakan yang berpihak kepada orang Papua, contoh KPA, merektrut banyak relawan tapi belum tau hasilnya seperti apa, apakah mau selamatkan yang hilang, selamatkan yang sisa atau mau selamatkan uang sisa? kalau cuma mau uang saja, lebih baik pengurusnya di bubarkan gubernur, dengan membentuk yang baru, dengan personil yang betul-betul menangani persoalan HIV/AIDS di Papua ini,” katanya.

Ia berharap, Gubernur Papua agar dapat kembali menata staf dan lembaga-lembaganya, agar jangan sampai rakyat teriak terus, sebab di era sekarang ini semuanya serba terbuka, apalagi kita di Papua ini sudah mendapat catatan banyak dari pemerintah pusat.

“Anggaran yang besar dengan kebijakan yang diberikan negara sudah cukup, hanya kita di Papua sendiri yang pengelolaannya kurang maksimal untuk mengatur pembangunan kepada rakyat yang ada di Papua ini, seperti yang saya jelaskan tadi bahwa ada oknum-oknum yang menggunakan anggaran untuk melawan pemerintah,” tutup Boy Dawir.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More