Thursday, August 1, 2019

Polisi Selidiki Penyebar Berita Hoax 139 Korban Meninggal di Nduga

Kepolisian akan menyelidiki penyebar berita HOAX tentang data 139 korban Meninggal Dunia di Nduga, Papua. Dari hasil pendalaman dengan beredarnya berita bohong atau hoax telah membuat kegaduhan," Kamis 01/08/2019.

Dari Informasi Kepolisis dengan adanya berita bohong atau hoaks tentang 139  pengungsi yang  meninggal dunia di Nduga, Polisi sudah memiliki data kelompok atau tim yang menyebarkan informasi bohong tersebut melalui media. Atas dasar itu, penyebar bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena diduga menyebarkan berita bohong.

"Itu bisa dijerat UU ITE yang menyebarkan berita hoaks yang tidak sesuai fakta sebenarnya,"

Sebelumnya Kementrian Sosial RI telah merilis Sebanyak 53 orang pengungsi korban konflik Nduga di Papua meninggal selama Desember 2018 hingga Juli 2019 karena usia dan sakit serta berbagai faktor lainnya.
"Data pemkab dan Kemenkes yang sudah divalidasi, 53 orang meninggal diantaranya 23 anak-anak tapi karena sakit, usia dan berbagai faktor lainnya. Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Wamena Papua, Selasa (30/7).

Kemensos hadir langsung ke Wamena untuk memastikan kronologis dan mendapatkan informasi yang akurat terkait pemberitaan diberbagai media massa bahkan media internasional. Sebelumnya dikabarkan lebih dari 130 pengungsi korban konflik Nduga meninggal akibat kelaparan.

Jadi adanya data 139 korban meninggal di Nduga adalah data yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, ini akan dilanjuti secara hukum.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More