Saturday, September 14, 2019

MRP Minta Tarik Brimob, Menhan Bilang Brimob Masih Bertugas Hingga Kondusif


Jakarta. Sebelumnya ketua MRP Timotius Murib  meminta kepada presiden Jokowi  untuk menarik TNI dan Brimob dari Papua dengan alasan mahasiswa resah dengan keberadaan TNI dan Brimob, namun permintaan itu disanggah langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sabtu 14/09/2019.

Uai rapat tertutup, saat dikonfirmasi terkait adanya permintaan penarikan pasukan TNI dan Polri di Papua  oleh Ketua MRP Timotius Murib, Menhan mengatakan tidak ada penarikan Pasukan untuk sementara ini.

"Tidak ada penarikan Pasukan baik TNI dan Polri di Papua, mereka  masih dibutuhkan untuk mendinginkan situasi di Papua, jadi belum ada penarikan," ungkapnya.

Lebih lanjut kata Menhan, penarikan Pasukan ini permintaan siapa? Apa mewakili masyarakat? Masyarakat disana sangat membutuhkan TNI dan Polri,  jadi sangat mustahil kalau masyarakat menolak keberadaan TNI dan Polri. 

Para elit di Papua jangan asal bicara sebelum mempertimbangkan apa yang akan diputuskan. Kasus maklumat himbauan mahasiswa papua untuk pulang itu contohnya.

Maklumat dibuat, setelah mahasiswa pulang, tidak ada solusinya, kemudian mengatakan maklumat yang baru itu palsu, ini menandakan bahwa Ketua MRP  belum matang sudah mengeluarkan keputusan.

"Dasar MRP apa? Jadi, Pemerintah tidak mau  kalau nantinya TNI dan Polri ditarik secepatnya muncul masalah baru, MRP  tidak perlu takut yang ditangkap aparat yaitu pelaku kejahatan bukan mahasiswa," terang Menhan. 

Mahasiswa tidak perlu merasa ketakutan kalau mereka tidak bersalah, kalau memang terlibat kejahatan lebih baik menyerahkan diri, daripada dikejar-kejar aparat," tuturnya.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More